Oleh : Atep Afia Hidayat - Berpikir adalah saat otak sedang bekerja,
produknya dinamakan pikiran. Manusia dilengkapi sebuah organ yang bernama otak,
tersimpan begitu aman dalam tengkorak di kepala. Manusia sanggup memikirkan
beragam hal, mulai dari yang biasa-biasa sampai yang luar biasa. Semua manusia
dilengkapi organ otak, namun tak banyak yang memanfaatkannya secara maksimal.
Kenapa ?
Otak dengan kemampuan berpikirnya merupakan
anugrah yang diberikan Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam Semesta. Bayangkan jika
manusia tanpa dilengkapi otak, apa yang akan terjadi pada dirinya,
kehidupannya, dan habitatnya ? Yang jelas tidak akan bertahan lama, mungkin
dalam beberapa puluh atau ratus tahun manusia punah dan Planet Bumi sebagai
habitatnya hancur berantakan.
Peradaban manusia terus berkembang, dari yang
sangat primitif menjadi begitu modern. Hal itu terutama disebabkan dinamika
kekuatan berpikir dengan produktivitasnya yang makin membaik. Tak dapat
dipungkiri sebagian manusia memberikan kontribusi terhadap perkembangan
peradaban, antara lain melalui pergulatannya dengan kemajuan ilmu pengatahuan,
teknologi dan seni. Sudah sejak ribuan tahun lalu berbagai pusat peradaban
manusia didirikan, tersebar di seluruh benua yang ada.
Kalau dipantau melalui peta satelit dalam
periode tertentu, wajah permukaan Planet Bumi selalu berubah, tak pernah
statis. Perubahan wajah Bumi sebagian adalah karena ulah manusia, hasil proses
berpikir yang dieksekusi melalui sebuah tindakan. Akumulasi tindakan manusia
itulah yang membentuk wajah Bumi, wajah kota-kota megapolitam, metropolitan,
sampai desa yang paling terpencil.
Manusia sudah ditetapkan oleh Allah SWT sebagai kalifah di Planet bumi,
diberikan otonomi khusus untuk memakmurkan Bumi. Namun banyak di antara manusia
yang salah dalam proses berpikirnya, sehingga malah berpartisipasi secara
agresif dalam penghancuran Planet Bumi.
Ya, manusia memiliki kemampuan untuk memakmurkan
Bumi, atau sebaliknya menghancurkan Bumi. Bahkan manusia diberikan kemampuan
untuk mengembangkan atau menciutkan dirinya sendiri, tentu saja melalui proses
berpikir. Banyak manusia yang bermain-main dengan pikirannya, banyak juga yang
menelantarkan kemampuan berpikirnya, bahkan ada juga yang menciptakan perang
dalam pikirannya.
Di dalam organ otak manusia selalu terjadi
“keramaian”, nyaris tidak pernah sepia tau tidur. Ya, otak seperti kota
metropolitan yang hidup selama 24 jam, tiada pernah berhenti. Otak begitu
dinamis, bahkan dalam kondisi tertidur pun terus bekerja. Persoalannya aspek
pengelolaan otak belum benar-benar diperhatikan.
Kalaupun ada masih sangat
terbatas di kalangan tertentu. Bagaimanapun otak adalah perangkat keras,
sekaligus perangkat lunak. Bagaimana jadinya jika dalam penggunaannya tidak
memperhatikan panduan atau manajemen yang benar. Ya, manajemen otak itu sangat
penting. Bagaimana mengenali organ otak, memahami mekanisme kerjanya, termasu
menjaga kualitas produknya.
Hal yang lebih memprihatinkan, hampir semua
perguruan tinggi yang ada belum peduli terhadap manajemen otak dalam kaitannya
dengan manajemen belajar. Ketika mahasiswa baru memulai perkuliahannya, sama
sekali tidak dibekali dengan bagaimana menggunakan otak dan bagaimana belajar,
namun yang terjadi secara terus-menerus mulai dicekoki dengan setumpuk
pengetahuan, yang dijejalkan ke dalam memory otak.
Kenapa Planet Bumi segera menuju kehancuran ?
Kenapa jalan di kota besar seperti Jakarta selalu macet, kenapa pejabat makin
banyak yang terlibat korupsi, kenapa musim kemarau menyebabkan kelangkaan air
terjadi di mana-mana, kenapa makin banyak tenaga kerja yang terlantar dan
tersiksa di luar negeri, kenapa sepak bola kita tidak pernah berprestasi,
kenapa daya saing bangsa begitu rendah ?
Penyebab utamanya karena otak bangsa
tidak dikelola dengan baik. Perlu ada kesadaran yang serius untuk
merehabilitasi otak bangsa, bagaimanapun era penjajahan sudah berlalu sekian
puluh tahun. Namun ternyata otak bangsa masih terbelenggu. (Atep Afia).
Karena salah satu tujuan Allah SWT menciptakan manusia itu agar menjadi khalifah di bumi, maka sudah seharusnyalah kita menjalankannya dengan baik. Permasalannya adalah, mengapa masih banyak korupsi di negeri ini? dan mengapa masih banyak warga miskin yang meninggal karena kelaparan? padahal Allah telah menciptakan manusia dengan otak yang begitu luar biasa. Akan tetapi masih banyak yang salah menggunakannya. seperti para koruptor di luar sana. mereka yang memang kualitas pengetahuannya yang bisa dibilang sudah tinggi itu, malah menyimpang. padahal mereka sudah dilengkapi otak yang begitu cerdas di atas rata-rata orang lain. Dan ternyata kualitas otak yang baik juga harus seimbang dengan kualitas kecerdasan spiritualnya. agar kita bisa menjalankan dengan baik, apa yang sudah ditugaskan oleh Allah SWT, yaitu sebagai khalifa di bumi.
ReplyDeleteOtak, dahsyat memang organ ciptaan Allah yang satu ini. Otak yang tidak seberapa besar, dapat mengatur kerja seluruh tubuh yang lebih besar dari otak itu sendiri. Kemampuan otak sangatlah dahsyat, namun kebanyakan orang belum tahu dan belum bisa menggunakan otak secara maksimal. Bahkan, Albert Einstein saja hanya menggunakan 11 % dari kapasitas otaknya, itu berarti kita masih bisa melampaui pencapaian beliau, jika saja kita mampu memanajemen otak kita dan menggunakannya secara maksimal. Manajemen otak sangat penting. Dan menurut beberapa sumber yang saya baca, manusia hanya menggunakan 10 % dari kemampuan otaknya. Bayangkan jika manusia mampu menggunakan 90 % sisa kapasitas yang menganggur secara maksimal, mungkin tidak akan ada lagi permasalahan-permasalahan seperti yang disebutkan di bagian artikel ini, dan mungkin tidak akan ada lagi permasalahan yang begitu sulit untuk dipecahkan.
ReplyDeleteTugas T05, @C06-AHMAT
ReplyDeleteManajemen Otak merupakan sistem yang ada di dalam tubuh manusia yang dapat meningkatkan kualitas otak. Otak harusnya dikelola dengan baik sejak dini, perlu ditanamkannya kesadaran bahwa kamu dapat melakukan semua hal dengan otak. Jadi pembelajaran sejak dini dan kebiasaan-kebiasaan positif haruslah ditanamkan. Perkembangan Teknologi yang terjadi saat ini juga dikarenakan otak yang selalu dipacu dan dikelola dengan baik. semua orang bisa melakukannya asalkan di mau melakukan dan membuang jauh-jauh rasa malasnya "Nothing to do".
Adik Mukti
ReplyDelete@E03-Adik, @Tugas B05
ya memang otak merupakan anugerah dari Allah yang luar biasa. tetapi kemampuan otak masing-masing orang berbeda.
ada yangsekali belajar langsung bisa, ada yang tidak belajar juga jago, ada juga yang sudah belajar tetapi masih tetap tidak bisa.
menurut saya management otak memang di perlukan dan di perlukan nutrisi-nutrisi untuk otak,
berdasarkan artikel yang saya baca
http://otaktengahindonesia.com/artikel_ini-jawaban-mengapa-kemampuan-belajar-tiap-orang-berbeda.html
kemampuan otak memang berbeda-beda tetapi masih dapat di tingkatkan untuk kinerjanya.